Selasa, 13 Oktober 2009

Cara Merawat Gigi Palsu, ganti gigi, gigi hilang, gigi palsu dari bahan akrilik, gigi palsu dari gading, gigi palsu dari metal, gigi palsu

Hayo siapa yang giginya ompong? ayo ngaku.. gak papa, gak usah malu & pesimis. Kan lu bisa pasang gigi palsu. Hehe.. Makanya jangan kebanyakan makan permen, jangan kayak om ya. Dulu waktu kecil, om kebanyakan makan permen eh sekarang jadi ompong deh.

Gigi palsu pertama kali dikenal pada tahun 700 SM. Biasanya pada masa tersebut gigi palsu masih terbuat dari gading, tulang ikan paus atau tulang kudanil. Namun pada saat ini bahan gigi palsu biasanya dibuat dari bahan akrilik atau metal.

Secara umum, gigi palsu ada 2 jenis, yaitu gigi palsu yang bisa dilepas dan gigi palsu permanen. Gigi palsu yang bisa dilepas dapat digunakan untuk mengganti sebagian gigi yang tanggal atau seluruh gigi yang hilang. Kelebihannya, gigi palsu ini mudah pengerjaannya, mudah dipasang, mudah dibersihkan, dan harganya pun lebih murah. Gigi palsu ini dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien.

Sedangkan, gigi palsu permanen biasanya hanya untuk mengganti beberapa gigi yang hilang. Gigi palsu permanen mempunyai beberapa jenis, yaitu ada yang diikatkan pada gigi-gigi yang membatasi daerah yang tanggal dan ada pula yang berdiri menjadi satu unit tersendiri yang disebut implan dental.

Implan dental merupakan teknik baru dalam mengatasi gigi yang tanggal saat ini. Implan dental ini dilakukan dengan menanamkan gigi tiruan ke dalam gusi yang ompong. Implan dental terbuat dari logam titanium yang bersifat biocompatible, inilah yang membuat pemasangan gigi palsu dengan cara ini mahal harganya.

Ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi bila akan memasang implan dental, yaitu :

1. Rahang atas dan rahang bawah harus mempunyai lengkung yang baik sehingga hasilnya cukup memuaskan untuk penanaman implan dental.
2. Rongga sinus pada rahang atas atau saraf pada rahang bawah harus terletak pada posisi yang tidak akan menggangu penempatan implan dental.
3. Ketebalan tulang harus cukup kuat untuk memberi dukungan implan dental.
4. Pasien peduli terhadap kesehatan mulutnya dan dapat membersihkan sendiri implan dental.
5. Pasien tidak mempunyai kelainan sistemik.

Yang tidak boleh di pasang implan dental :

1. Kelainan patologis pada tulang rahang.
2. Penyakit kelenjar ludah.
3. Radiasi terapi untuk perawatan kanker.
4. Umur pasien dan status gizi.
5. Penyakit yang berhubungan dengan metabolisme, seperti kencing manis dan hipertiroid.
6. Kelainan darah, seperti anemia dan kelainan pembekuan darah.

Memilih gigi palsu haruslah berhati-hati. Pemilihan gigi palsu yang salah dapat menyebabkan alergi, bahkan kerusakan jaringan gigi. Yang penting adalah gigi pengganti itu harus dirancang dengan tepat sesuai dengan fungsinya dan memperhatikan kesehatan rongga mulut serta kesehatan tubuh pada umumnya. Konsultasi dengan dokter gigi sangat perlu untuk mendapatkan saran-saran yang berguna, baik mengenai desain, pemasangan, maupun perawatan.

Bagaimana cara merawat gigi palsu?
Gigi palsu perlu dicuci setiap hari untuk mengeluarkan kotoran, plak dan makanan yang terlekat padanya. Pencuci peroksida adalah bahan kimia yang paling banyak digunakan. Proses pencucian yang bermakna diperoleh jika gigi palsu direndam selama 4-8 jam. Selain itu, dapat pula digunakan hipoklorit. Namun, pencuci jenis ini mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat mengeluarkan kalkulus.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar