Selasa, 13 Oktober 2009

HATI HATI KEJAHATAN LEWAT ATM penipuan

BANYUWANGI-Aksi penipuan melalui telepon dengan dalih mendapat undian berhadiah, kembali terjadi kemarin siang (17/10). Kali ini, korbannya adalah Iis Herawati, 28, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Korban mengaku kehilangan uang tabungan di rekening BCA Rp 18,9 juta. Itu setelah dia menerima telepon dari Edy Gunawan yang mengaku pegawai Telkom Pusat di Jakarta. “Saya dihubungi melalui handphone (HP). Saya katanya dapat hadiah dalam rangka ulang tahun Telkom,” katanya saat melapor ke Polsek Muncar kemarin sore (17/10).

Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengaku mendapat telepon sekitar pukul 09.30. Si penelepon memberitahu bahwa dirinya mendapat hadiah utama Rp 15 juta. “Saya disuruh ke ATM BCA untuk mengurus biaya administrasi,” terangnya.

Saat mendapat telepon, korban mengaku seperti tidak sadar. Bahkan, setiba di ATM BCA Muncar, dia mengikuti semua perintah penelepon yang terus memandunya. “Saya seperti kena hipnotis. Pokoknya hanya nurut (mengikuti, Red) perintah Edy Gunawan itu,” tuturnya.

Sebelum mentransfer uang dengan jumlah besar, Herawati mengaku diminta mengisi pulsa si penelepon. Mulanya, orang yang menelepon itu minta dikirimi pulsa senilai Rp 100 ribu, lalu minta lagi Rp 300 ribu. “Setelah mengirim pulsa, saya seperti tidak sadar lagi dan mengirim lagi,” terangnya.

Setelah mengirim pulsa melalui ATM, korban langsung pulang. Beberapa jam kemudian, dia mulai sadar bahwa telah menjadi korban penipuan. “Saya kembali ke ATM dan cek uang tabungan, Rp 18,9 juta sudah habis,” bebernya sambil menangis di Mapolsek Muncar.

Herawati mengaku, saat berada di ATM dan mentransfer uang pulsa, dia tidak pernah mengirim uang jutaan rupiah. Tetapi buktinya, semua tabungannya ludes. “Saya minta print out, ternyata uang jutaan itu telah ditranfer ke rekening orang itu bersamaan dengan saya mentranfer uang pulsa,” sesalnya.

Sambil sesenggukan, Herawati menuturkan, uang Rp 18,9 juta itu sebenarnya baru ditabung. Uang sebesar itu hasil menjual tanah milik suaminya. “Saya tidak punya uang tabungan lagi. Semuanya sudah habis,” keluhnya.

Kapolsek Muncar AKP Bakin menegaskan, yang menimpa Herawati itu murni penipuan. Selama ini, warga yang menjadi korban penipuan dengan modus mendapat hadiah sudah banyak. “Kami sudah sering meminta warga tidak percaya dengan kabar mendapat hadiah melalui telepon. Tetapi, masih ada saja yang percaya,” terangnya di Mapolsek kemarin.

Dengan munculnya korban itu, kapolsek berharap agar masyarakat berhati-hati bila menerima telepon yang mengabarkan dapat hadiah. “Semua itu pasti bohong. Kalau ada yang mendapat telepon, segera melapor ke polisi,” imbaunya. (abi/irw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar