Minggu, 11 Oktober 2009

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI IPA

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BIOLOGI

PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Permasalahan utama pendidikan adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai baik secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya, (2) prasarana sarana belajar yang belum tersedia, dan bilapun tersedia belum didayagunakan secara optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif; dan penyebaran sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat, seperti masih terdapatnya kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan perempuan, antar wilayah. Dua permasalahan tersebut di atas menjadi bertambah parah karena tidak didukung dengan komponen-komponen utama pendidikan seperti kurikulum, sumberdaya manusia pendidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta pembiayaan.
Pemerintah bertekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Salah satu komponen yang penting yang menentukan kualitas pendidikan dasar dan menengah adalah guru, karena peran guru dalam proses pembelajaran adalah sangat sentral.
Salah satu masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini adalah peningkatan kualitas guru, kualitas guru salah satunya ditentukan oleh kemampuan mereka didalam mengajar. Kemampuan mengajar merupakan pekerjaan profesional yang membutuhkan pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, seorang guru perlu menguasai berbagai kemampuan mengajar. Semua kemampuan tersebut perlu diintegrasikan menjadi satu wawasan yang utuh ketika seorang guru mengajar di kelas.
Pada umumnya guru sudah cukup mempunyai bekal penguasaan terhadap bidang ilmunya, tetapi masih kurang terampil dalam menyampaikan materi bidang tersebut kepada siswa. Ketrampilan Dasar Mengajar (Generic Teaching Skills), yaitu ketrampilan yang bersifat generic yang harus dikuasai oleh seorang guru, terlepas dari tingkat kelas dan bidang studi yang diajarkan.
Ketrampilan dasar mengajar merupakan ketrampilan yang komplek pula, yang pada dasarnya merupakan pengintegrasian utuh dari berbagai ketrampilan yang jumlahnya sangat banyak. Diantara ketrampilan yang sangat banyak tersebut, menurut Dr. I.G.A.K. Wardani, M.Sc.Ed. dalam bukunya PEKERTI tentang teori Belajar, Motivasi dan Ketrampilan Mengajar (PAU untuk peningkatan dan pengembangan Instruksional DIKTI, 79) terdapat 8 (delapan) Ketrampilan Dasar Mengajar yang dianggap sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Kedelapan ketrampilan mengajar itu ialah : Ketrampilan Membuka Pelajaran; Ketrampilan Bertanya; Ketrampilan Memberikan Penguatan; Ketrampilan Mengadakan Variasi; Ketrampilan Menjelaskan; Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil; Ketrampilan Mengelola Kelas dan Ketrampilan Menutup Pelajaran.
Berdasarkan pengelompokan delapan Ketrampilan Dasar Mengajar tersebut, yang penulis rasakan masih menjadi permasalahan besar adalah Ketrampilan Mengadakan Variasi dalam mengajar khususnya variasi dengan memanfaatkan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT). Ketrampilan tersebut menjadi masalah bagi sebagian besar tenaga pengajar di xxx khususnya Kabupaten xxxx, ini dikarenakan terbatasnya Kompetensi guru dalam bidang TIK serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung proses belajar yang berbasis IT.
Berdasarkan keluhan siswa saat mengikuti mata pelajaran Biologi di kelas, kendala utama yang dirasakan dalam mengikuti proses pembelajaran Biologi di kelas adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu terutama dalam penggunaan metode dan media serta evaluasi pembelajaran. Dimana menurut siswa metode yang dominan digunakan hanya ceramah dan tanya jawab, sedangkan medianya hanya meliputi papan tulis dan spidol sebagai alat tulis. Sementara pelaksanaan penilaian hanya konvensional saja, yaitu mengandalkan pada ulangan tertulis.

Oleh karena itu demi mendorong siswa yang kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran Biologi, penulis dengan melibatkan siswa melalui kegiatan Penelitian ingin mengkaji permasalahan Pemanfaatan Media Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran Sistem Pencernaan Makanan Manusia pada siswa Kelas XI SMA Negeri 1
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
(1). Apakah ada perbedaan hasil belajar biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 yang pengajarannya menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan siswa yang pengajarannya tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
(2). Seberapa jauh pengaruh Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap kemajuan belajar Biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia siswa kelas XI SMA Negeri 1 ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
(1). Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dalam pengajarannya menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan siswa yang dalam pengajarannya tidak menggunakan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
(2). Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi terhadap kemajuan belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 1
(3). Untuk turut menyumbangkan buah pikiran utamanya kepada rekan-rekan seprofesi guna meningkatkan prestasi belajar siswa serta mutu pendidikan khususnya di SMA Negeri 1

D. Manfaat Penelitian
(1). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar pedoman untuk memberikan saran dalam melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi kepada rekan-rekan seprofesi sehingga mutu mengajar dan hasil belajar para siswa dapat ditingkatkan
(2). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan informasi untuk penelitian selanjutnya terutama yang menyangkut pembelajaran dengan menggunakan media berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

E. Perumusan Hipotesis
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis (H1) sebagai berikut : “bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas XI SMA Negeri 1 yang dalam pengajarannya menggunakan media berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan siswa kelas XI yang dalam pengajarannya tidak menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mata pelajaran Biologi kompetensi dasar sistem pencernaan makanan pada manusia”

F. Asumsi-asumsi dan keterbatasan
Dalam seluruh proses penelitian ini penulis menggunakan beberapa asumsi antara lain :
(1). Bakat dan minat siswa terhadap mata pelajaran biologi dianggap relatif sama
(2). Waktu dan Kesempatan belajar siswa di rumah untuk mata pelajaran biologi dianggap relatif sama
(3). Sarana dan prasarana belajar siswa di rumah relatif sama sehingga kondisi belajar dapat dianggap sama.
Selain asumsi-asumsi di atas penelitian ini juga memiliki keterbatasan antara lain :
(1). Hasil penelitian ini berlaku sepanjang asumsi-asumsi di atas dapat dipertahankan.
(2). Faktor-faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa belum sempat diteliti karena keterbatasan-keterbatasan dari penulis.
........................................... dst.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar